Senin, 16 Oktober 2017

Pendahulua- Ku



PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT BERBANTU MEDIA MAGIC CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPA SISWA KELAS IV TEMA 6 SUBTEMA HEBATNYA CITA-CIAKU SD NEGERI PAGERSARI 01 KABUPATEN SEMARANG
Pendidikan  dan  pengetahuan  merupakan  dua aspek  penting  dalam  segala  bentuk bidang  kehidupan  setiap  individu, karenanya  setiap individu , kelompok , bahkan negara terus berlomba-lomba untuk mencetak generasi yang dapat menciptakan teknologi baru pendidikan yang berguna bagi  kehidupan  manusia  di  masa  yang  akan  datang.  Proses  pembelajaran  yang digunakan  lebih  banyak  menggunakan  pendekatan  pembelajaran  berpusat  pada pembelajar, bukan lagi pendekatan yang hanya berpusat pada guru. Pembelajaran  dengan  pendekatan  berpusat  pada  pembelajar tersebut  memberikan  suasana  belajar  dan  proses  belajar  mengajar  yang  dapat mengembangkan  potensi  peserta  didik  dalam memiliki  kemandirian,  pengendalian diri  yang  baik,  kecerdasan,  berakhlak  mulia  serta  memberikan  bekal  keterampilan dalam  menghadapi  tantangan  jaman.Bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.Hal tersebut dapat menjadi acuan dalam pembelajaran bahwa guru ataupun siswa harus saling kompak. Salah satunya dalam pembelajaran mata pelajaran IPA siswa dan guru harus bekerja sama dalam proses pembelajaran, agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Dari uraian tersebut dijelaskan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dijelaskan bahwa:
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)  merupakan berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
     Menurut Djojosoediro, Ilmu Pengetahuan Alam dapat diartikan sebagai cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam.
Menurut Webster’a dalam Patta (2006) menyatakan IPA adalah pengetahuan tentang alam dan gejala-gejalanya. Sedangkan Purnell’s mendefinisikan IPA adalah pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik, serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori, dan hipotesa. Definisi IPA yang paling sederhana adalah apa yang dilakukan oleh para ahli IPA.
  Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah. Jadi pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek yang dimiliki manusia, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
                    Berdasarkan  tujuan  umum  pembelajaran  IPA  tersebut  sudah  mengandung konsep-konsep yang dapat memberikan bekal dan ilmu pengetahuan dalam bersaing di  masyarakat  global.  Menurut  Cain  dan  Evan  (1993:  4)  Proses  pembelajaran  IPA, seharusnya  menerapkan  hakikat  IPA  yang  terdiri  dari  produk,  proses,  sikap  ilmiah dan teknologi pada setiap pembelajaran. Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang berorientasi pada lingkungan sekitar siswa. Namun, proses pembelajaran IPA di SD/MI selama ini masih berorientasi pada penguasaan teori dan model pembelajaran yang  digunakan  guru  belum  inovatif  dan  belum  menekankan  pembelajaran  di lingkungan  sekitar  tempat  tinggal  siswa.  Hal  tersebut  berdampak  pada  kurang optimalnya  proses  pembelajaran  yang  menarik  dan  hasil  belajar  yang  belum mencapai ketuntasan.
Salah satu permasalahan dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SD N Pagersari 01 adalah rendahnya minat belajar siswa dalam materi siklus hidup makhluk hidup. Ini dibuktikan dengan sulitnya siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Hal ini menunjukkan bahwa materi ini belum dikuasai anak, sedangkan guru hanya memberi solusi dengan cara menghafal itu masih membuat siswa terbalik dalam mengklasifikasikan materi siklus hidup makhluk hidup.
Kurangnya guru dalam menerapkan model pembelajaran yang sesuai membuat tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan baik. Dari hasil observasi peneliti di SD N Pagersari 01 guru masih menggunakan model pembelajaran yang membuat siswa pasif.
Alasan peneliti menggunakan model pembelajaran NHT adalah model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas (Rahayu, 2006).
Berdasarkan latar belakang di atas untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada materi pesawat sederhana peneliti terdorong untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran NHT Berbantu Media Magic Circle untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Siswa Kelas IV Tema 6 Subtema Hebatmya Cita-Citaku SD N Pagersari 01”