PENGARUH MODEL
PEMBELAJARAN NHT BERBANTU MEDIA MAGIC
CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPA SISWA KELAS IV TEMA 6 SUBTEMA
HEBATNYA CITA-CIAKU SD NEGERI PAGERSARI 01 KABUPATEN SEMARANG
Pendidikan dan
pengetahuan merupakan dua aspek
penting dalam segala
bentuk bidang kehidupan setiap
individu, karenanya setiap
individu , kelompok , bahkan negara terus berlomba-lomba untuk mencetak
generasi yang dapat menciptakan teknologi baru pendidikan yang berguna
bagi kehidupan manusia
di masa yang
akan datang. Proses
pembelajaran yang digunakan lebih
banyak menggunakan pendekatan
pembelajaran berpusat pada pembelajar, bukan lagi pendekatan yang
hanya berpusat pada guru. Pembelajaran
dengan pendekatan berpusat
pada pembelajar tersebut memberikan
suasana belajar dan
proses belajar mengajar
yang dapat mengembangkan potensi
peserta didik dalam memiliki kemandirian,
pengendalian diri yang baik,
kecerdasan, berakhlak mulia
serta memberikan bekal
keterampilan dalam
menghadapi tantangan jaman.Bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik.Hal tersebut dapat menjadi acuan dalam pembelajaran bahwa guru
ataupun siswa harus saling kompak. Salah satunya dalam pembelajaran mata
pelajaran IPA siswa dan guru harus bekerja sama dalam proses pembelajaran, agar
materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Dari uraian tersebut dijelaskan
pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dijelaskan bahwa:
Mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
merupakan berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara
sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang
berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga
merupakan suatu proses penemuan.
Menurut Djojosoediro, Ilmu Pengetahuan Alam
dapat diartikan sebagai cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan
dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum
yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan
analisis data terhadap gejala-gejala alam.
Menurut Webster’a dalam Patta (2006) menyatakan IPA adalah pengetahuan tentang alam dan gejala-gejalanya. Sedangkan
Purnell’s mendefinisikan IPA adalah pengetahuan manusia yang luas yang
didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik, serta
dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip,
teori-teori, dan hipotesa. Definisi IPA yang paling sederhana adalah apa yang
dilakukan oleh para ahli IPA.
Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan
ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep,
prinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan
dalam metode ilmiah. Jadi pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek yang
dimiliki manusia, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
Berdasarkan tujuan
umum pembelajaran IPA
tersebut sudah mengandung konsep-konsep yang dapat
memberikan bekal dan ilmu pengetahuan dalam bersaing di masyarakat
global. Menurut Cain
dan Evan (1993:
4) Proses pembelajaran
IPA, seharusnya menerapkan hakikat
IPA yang terdiri
dari produk, proses,
sikap ilmiah dan teknologi pada
setiap pembelajaran. Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang berorientasi
pada lingkungan sekitar siswa. Namun, proses pembelajaran IPA di SD/MI selama
ini masih berorientasi pada penguasaan teori dan model pembelajaran yang digunakan
guru belum inovatif
dan belum menekankan
pembelajaran di lingkungan sekitar
tempat tinggal siswa.
Hal tersebut berdampak
pada kurang optimalnya proses
pembelajaran yang menarik
dan hasil belajar
yang belum mencapai ketuntasan.
Salah satu permasalahan dalam pembelajaran IPA pada siswa
kelas IV SD N Pagersari 01 adalah rendahnya minat belajar siswa dalam materi
siklus hidup makhluk hidup. Ini dibuktikan dengan sulitnya siswa menjawab pertanyaan
yang diberikan oleh guru. Hal ini menunjukkan bahwa materi ini belum dikuasai
anak, sedangkan guru hanya memberi solusi dengan cara menghafal itu masih
membuat siswa terbalik dalam mengklasifikasikan materi siklus hidup makhluk
hidup.
Kurangnya guru dalam menerapkan model pembelajaran yang
sesuai membuat tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan baik. Dari hasil
observasi peneliti di SD N Pagersari 01 guru masih menggunakan model
pembelajaran yang membuat siswa pasif.
Alasan peneliti menggunakan model pembelajaran NHT adalah
model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada
aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai
sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas (Rahayu, 2006).
Berdasarkan latar belakang di
atas untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada materi pesawat sederhana
peneliti terdorong untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Model
Pembelajaran NHT Berbantu Media Magic
Circle untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Siswa Kelas IV Tema 6 Subtema
Hebatmya Cita-Citaku SD N Pagersari 01”

